RESUME PERTUNJUKAN WAYANG KULIT
MUSEUM SONOBUDOYO
SENIN, 16 SEPTEMBER 2019
oleh : Imroatus Syarifah
JUDUL CERITA :
Ep.6 - TRIGANGGA TAKON BAPA

Trigangga
merupakan salah satu kstaria yang berwujud nara seta. Trigangga
sebenarnya adalah anak Anoman, kera putih panglima utama Rama, dengan Dewi
Trijatha. Namun, karena Anoman terpisah lama dengan sang istri, ketika
Trigangga lahir ia tidak mengetahui siapa sebenarnya ayahnya. Raden Trigangga
sejak kecil diasuh oleh Dewi Urangayu.
Diceritakan,
sepeninggal Patih Prahasta, Rahwana mengangkat salah satu raja taklukannya,
Pulantani, sebagai perdana menteri. Dalam sebuah persidangan, Rahwana menerima
kedatangan seorang lelaki yang membawa seekor kera. Dari percakapan itu,
diketahuilah bahwa lelaki itu adalah Bukbis Mukasura, putra Rahwana dari Dewi
Urangayu. Semula, Rahwana tidak percaya bahwa mereka berdua adalah putranya,
namun karena kesanggupan Bukbis Mukasura untuk mengalahkan Rama, akhirnya
Rahwana merestui mereka berdua dan menjadikannya panglima di peperangan.
Kera yang dibawa
oleh Bukbis Mukasura adalah Trigangga. Bukbis Mukasura yang merupakan putra
Dewi Urangayu menipu Trigangga supaya mengikuti dirinya ke Alengka. Mereka ke
Alengka dengan tujuan untuk membunuh Rama dan pasukan kera yang dibawanya.
Sri Rama,
Laksmana, dan Wibisana sedang berunding tentang kemungkinan yang akan terjadi
setelah tewasnya Patih Prahasta. Terdapat kemungkinan bahwa Rahwana akan
melakukan semua cara liciknya untuk mengalahkan Rama. Untuk itu, Wibisana
menyarankan agar Rama dan Laksmana bersembunyi di tempat perlindungan khusus
yang telah dibuatnya. Rama dan Laksmana memasuki tempat tersebut dan Anoman
diperintahkan untuk menjaganya.
Suatu ketika, Anoman
lengah dalam penjagaanya. Trigangga masuk ke dalam tempat perlindungan Rama dan
Laksmana. Anoman terkejut karena tempat perlindungan Rama dan Laksmana dapat
dicuri musuh. Anoman berhasi mengejar pencuri, yaitu Trigangga, kemudian
terjadi perkelahian hebat. Pada saat itu posisi masih imbang dan Batara Narada
dating melerai. Ia menjelaskan bahwa sebenarnya Anoman dan Trigangga adalah ayah
dan anak yang telah lama terpisah. Sedangkan Bukbis Mukasura tidak lain adalah
seorang penipu. Trigangga kemudian diutus oleh Batara Narada untuk membinasakan
Bukbis Mukasura dan kemudian panglima andalan Alengka itu tewas olehnya.
== oOo ==
Bagi pembaca yang ingin melihat pertunjukan wayang kulit secara langsung, dapat menuju Museum Sonobudoyo (Selatan 0 KM Yogyakarta) dengan jadwal pertunjukan Senin s.d Sabtu pukul 20.00 - 22.00 WIB. HTM : Rp 20.000,00. Berikut jadwal pertunjukan untuk bulan Januari 2020 :
“Mengenalkan dan mempertahankan budaya itu penting, supaya manusia bisa mengenal dirinya sendiri dan lebih saling menghargai, dan sebagainya.”
― Man's Defender
― Man's Defender
Tidak ada komentar:
Posting Komentar