TUGAS AKHIR BAGIAN 1
MASALAH FILOSOFIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Marsigit, M.A.
disusun oleh :
IMROATUS SYARIFAH
1. Bagaimana
penjelasan filsafat tentang konsep angka 0?
Angka 0 dapat dianggap sebagai awal
dari sekian banyak bilangan. Secara filsafat, angka 0 daat dikatakan sebagai
awal berpikir.
2. Bagaimana
penjelasan filsafat tentang konsep trigonometri?
Trigonometri adalah ilmu matematika
yang mempelajari hubungan panjang dan sudut pada segitiga. Pada trigonometri
memiliki aturan-aturan khusus yang sulit dimengerti. Sehingga trigonometri ini
hanya ada dalam pikiran yang sulit dimengerti anak-anak.
3. Bagaimana
penjelasan filsafat tentang fungsi trigonometri?
Fungsi trigonometri adalah fungsi
periodik dimana fungsi itu akan berulang setiap periodenya. Secara filsafat,
fungsi trigonometri dapat diibaratkan sebagai siklus hermeneutika kehidupan.
4. Bagaimana
penjelasan filsafat tentang konsep integral?
Integral dapat diartikan sebagai keseluruhan
bagian yang diperlukan untuk menjadi lengkap, utuh, sempurna, tidak terpisah.
Secara filsafati, integral dapat digambarkan dengan konsep Apriori Sintetik
yang dikemukakan oleh Kant. Kant menggabungkan antara idealita dan realita
untuk memperoleh ilmu secara utuh karena suatu pengetahuan akan menjadi ilmu
jika menggunakan keduanya, idelaita dan realita.
5. Bagaimana
penjelasan filsafat tentang garis lurus?
Garis lurus adalah kumpulan
titik-titik kedua arah menuju tak hingga. Secara filsafat, garis lurus dapat
digambarkan sebagai hermeneutika kehidupan ideal yang tidak dapat diulang.
Selain itu, sifat garis lurus yang memiliki panjang tak hingga menggambarkan
manusia yang menjalani hidup dengan waktu yang tak terhingga.
6. Bagaimana
penjelasan filsafat tentang materi peluang?
Peluang adalah suatu
ketidakpastian. Nilai peluang pada
rentang 0 dan 1 dimana memiliki makna bahwa 0 adalah kejadian mustahil terjadi
sedangkan 1 adalah kejadian yang pasti terjadi, dan suatu kejadian akan
memiliki pulang akan terjadi maupun tidak terjadi. Seperti kehidupan, dimana
tidak ada suatu yang pasti, yang ada hanyalah peluang kejadian yang dapat
diikhtiarkan. Sesungguhnya hidup ini adalah suatu ketidakpastian, yang berisi
sesuatu yang ada dan yang mungkin ada.
7. Bagaimana
membuat siswa tidak terbebani dengan matematika?
Cara membuat siswa tidak merasa
terbebani dengan matematika adalah guru hendaknya memahami tentang learning trajectory. Learning trajectory adalah lintasan
belajar siswa yang memberikan gambaran tentang proses berpikir siswa. Tiga
komponen utama learning trajectory
yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan hipotesis belajar siswa.
Seorang guru seharusnya mampu menyesuaikan ruang dan waktu siswa sehingga guru
tidak boleh merasa puas dengan pengetahuan yang dimilikinya. Ketika guru mampu
memahami dan memprediksi proses berpikir dan belajar siswa, maka siswa akan
belajar matematika dengan senang hati tanpa merasa terbebani.
8. Bagaimana
siswa memahami materi dalam belajar matematika?
Cara siswa memahami materi dalam
belajar matematika adalah hedaknya guru mengajarkannya secara konsep, tidak
hanya rumus. Hal ini sesuai dengan tiga cabang utama filsafat, yaitu ontologi,
epistimologi, dan aksiologi yang berarti unsur masukan, unsur proses, dan unsur
hasil. Jika diartikan, proses belajar matematika berarti analisis tentang objek
materi dari ilmu pengetahuan, mencari sumber-sumber ilmu pengetahuan, dan
penilaian dalam ilmu pengetahuan. Sehingga ketiga hal tersebut menjadi suatu
sistem yang menentukan pengetahuan secara utuh.
9. Bagaimana
penjelasan filosofis tentang kreativitas siswa dalam matematika?
Kreativitas adalah suatu kondisi,
sikap, atau keadaan yang bersifat khusus. Dalam filsafat, terdapat dimensi
kreativitas yaitu dimensi yang tidak hanya mengutamakan penalaran tetapi
bertujuan untuk meningkatkan dan membuka tabir alam yang tersedia dalam
mendalami alam. Dalam matematika, kreativitas siswa berarti bagaimana cara
siswa meningkatkan kemampuannya dari teori dan pengalaman yang dimiliki,
kemudian dihubungkan menjadi suatu pengetahuan yang lebih mendalam.
10. Bagaimana
pandangan filsafat tentang matematika realistik?
Dalam filsafat pendidikan
matematika, terdapat dua pandangan tentan materi matematika, yaitu mathematics as a tool dan mathematics as human activity.
Pendidikan matematika realistik (PMR) memiliki pandangan bahwa matematika
sebagai kegiatan manusia. Dalam PMR, siswa diupayakan aktif dan membangun
sendiri pengetahuannya, sesuai dengan teori konstruktivistik.
Dalam hal sedetail itu filsafat sangat erat hubungannya dengan matematika
BalasHapus